Total Tayangan Laman

Sabtu, 16 Oktober 2010

PENTINGNYA PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK USIA BATITA ( 1- 3 TAHUN)

OLEH:
YASWINDA
Perkembangan motorik halus pada bayi dan anak usia dini merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perkembangan anak.  Anak membutuhkan belajar menggunakan tangan dengan baik agar dapat menggerakkan mainan dan untuk keterampilan hidup seperti makan  dan memakai pakaian sendiri.  Mereka belajar mengkoordinasikan mata dan gerakkan tangan sehingga dapat menggunakan bermacam alat permainan [1].
Lilis Suryani dalam Jurnal Ilmiah Visi menyadari arti penting pendidikan anak usia dini haruslah dilandasi dengan kesadaran bahwa anak memerlukan konstribusi positif dari orang dewasa agar dapat memberikan stimulasi yang tepat untuk tumbuh dan berkembang[2]Orang tua dan orang dewasa di sekitar anak harus mengamati tingkat perkembangan anak dan merencanakan berbagai kegiatan yang bisa menstimulasinya.  Pemberian stimulasi untuk mengembangkan kemampuan motorik merupakan hal yang penting[3]
Barangkali tidak banyak yang mengetahui bahwa kemampuan fisik anak Indonesia menurut riset Play and Physical Quotien (kemampuan fisik dan bermain) menempati urutan terendah dibandingkan dengan Thailand, Vietnam, dan Jepang[4]. Dalam hal sistem pendidikan negara kita, menyiapkan seluruh siswa untuk menjadi ‘ilmuwan’ , sehingga seluruh mata pelajaran diajarkan sesulit mungkin dan berorentasi pada kognitif,  yang hanya dapt diikuti oleh 10 sampai 15 persen siswa terpandai saja. Berbeda dengan Jepang yang menyiapkan 50 persen siswanya menjadi tenaga kerja yang handal untuk membangun perekonomian negaranya karena kualitas produksi barang dan jasa sangat tergantung pada kecerdasan motorik[5].
Anak-anak di Jepang menunjukkan kemampuan motorik yang lebih baik karena diberikan kesempatan bermain yang lebih dengan disediakannya sarana bermain seperti ban-ban yang disusun di rumput,  gunung-gunungan untuk dipanjat, seluncuran dengan berbagai ukuran, tambang yang dijalin di kotak-kotak dan lain-lain.  Bandingkan dengan anak-anak Jakarta yang yang tak jarang dibawa oleh orang tuanya untuk menemani belanja atau sekedar jalan-jalan ke mall akibat berkurangnya lahan bermain di lingkungan rumah.
Bagi anak usia batita, berbagai jenis olahraga perlu ditawarkan dan diberi kesempatan untuk mencobanya. Gerak-gerakkkan olah tubuh yang melibatkan gerakkan otot-otot sangat bermanfaat membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik anak[6].   Stimulasi kinestetik (olah tubuh)  sangat bermanfat terutama untuk menumbuh-kembangkan semua potensi kecerdasan anak, oleh karena respon yang ditunjukkan anak merupakan gerakkan otot-otot tubuh sebagai akibat dari adanya perintah dari sel saraf pusat ( otak).  Tidak ada respon gerakkan yang  tidak melalui perintah dari otak.  Oleh sebab itu, pemberian stimulasi kinestetik yang diberikan pada anak akan banyak melibatkan gerakkan otot-otot tubuh, maka akan semakin banyak pula sel-sel otak yang terstimulasi dan dengan demikian semua potensi kecerdasan yang berada di seluruh lapisan otak akan tumbuh dan berkembang[7]
Lingkungan memiliki efek kuat pada perkembangan otak anak.   Lingkungan tidak saja menambah jumlah sel otak yang aktif, akan tetapi menambah jumlah hubungan antara sel-sel otak.  Kemampuan otak untuk memenuhi dan mengatur fungsi dasar organ yang meliputi : melihat, merasa, meraba, mendengar, bergerak,  dan pengaturan fungsi organ tubuh manusia yang berkembang melalui stimulasi[8]Penelitian menunjukkan bahwa 50% perkembangan otak anak terjadi sebelum berusia 4 tahun.  Stimulasi yang diberikan pada anak usia dini sangat penting diberikan karena akan mempengaruhi laju pertumbuhan dan perkembangan anak serta sikap dan perilaku sepanjang rentang kehidupannya.  Anak-anak yang tidak mendapat lingkungan baik untuk merangsang pertumbuhan otak, misalnya jarang disentuh, jarang diajak bermain, jarang diajak berkomunikasi, maka otaknya akan lebih kecil 20-30 % dari ukuran normal seusianya.[9]




[1] http//www tsbui.du/out reach/see hear/ spring/ fine motor htm p 1
[2] Lilis Suryani.  Analisis permasalahan pendidikan anak usia dini dalam masyarakat Indonesia.  Jurnal Ilmiah Visi. Vol 2 no 1 .2007.p 12
[3] Endah, http://parentingislami.wordspress.com
[4]  Lukman Sriamin .  Indonesia Urutan terendah dalam riset kemampuan fisik dan bermain anak.. Kompas 30 Juni 2006
[5] Rusydi Hikmawan. Pendidikan Berkarakter adalah Solusi.http: // pelajar –islamor.id p 1-3
[6] Mengolah Gerak ,Mengasah Kecerdasan (Lampung Post , Minggu 20 Maret 2005)
[7]  Bambang Sujiono, “Stimulasi Kinestetik yang mengoptimalkan aspek kcerdasan anak “ makalah,Jakarta, p2
[8] Airiza Ahmad. Suatu makalah dalam Kuliah Umum PPS UNJ Prodi PAUD S2 dan S3. 2006
[9] Modul pembuatan dan penggunaan APE anak usia 3-6 tahun ( Jakarta: Depatremen pendidikan Nasional,2007)p 1

1 komentar: